Monday, January 2, 2012

Pembinaan Kondisi Fisik Atlet Pencak Silat

PENDAHULUAN

Pembinaan Kondisi fisik pada olahraga,bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan fisik atlet sebagai dasar penunjang pencapaian prestasi puncak.Pembinaan kondisi fisik harus diberikan seirama dengan latihan teknik,taktik dan kematangan bertanding.Apabila salah satu komponen tersebut di hilangkan,maka program latihan sepanjang tahun tidak akan tercapai.

Latihan kondisi fisik pada dasarnya untuk mengembangkan lima unsur kondisi fisik yg di butuhkan semua cabang olahraga.Adapun kelima unsur tsb:
  1. Kekuataan/Strenght
  2. Daya Tahan/Endurance
  3. Kecepatan/Speed
  4. Kelentukan/Flexbility
  5. Kelincahan/Agility
Kelima Unsur Fisik diatas sering di sebut dengan  kondisi fisik umum atau kondisi fisik dasar/Sedangkan kondisi fisik khusus terbagi atas
  1. Stamina
  2. Ketepatan
  3. power
  4. Keseimbangan
  5. koordinasi
  6. Reaksi
Pada prestasi olahraga pemberian beban latihan akan selalu terkait dengan super kompensasi,hal tersebut akan tercapai dengan prinsip Overload yg tepat.Overload tesb akan tercapai dengan memvariasikan volume,intensitas dan recovery dalam sesi latihan,yaitu kapan seorang atlet diberi latihan ringan,normal dan berat serta waktu istirahat dengan tepat.Perbedaan Volume dan intensitas pada setiap latihan selalu berbanding terbalik.Dan perbandingan sangat tergantung pada kemampuan tiap individu atlet.Jika intensitas terlalu tinggi dan volume terlalu banyak akan terjadi Over Training.Sebaliknya apalbila intensitas dan volume rendah maka terjadi proses plato(prestasi stabil tanpa kemajuan).


PEMANASAN/WARMING-UP

Pemanasan atau warming up bertujuan untuk menyiapkan organ2 atlet dlm menerima beban latihan baik secara jasmani dan rohani.Selama ini sering kita lihat orang melakukan pemanasan hanay denagn lari2 kecil,lompat ditempat dan sedikit penguluran otot kemudian masuk latihan inti.Ada yang perlu di perhatiakn,apakah pemanasan  yg sederhana tsb sudah memeadai bagi kesiapan atlet,sudah siapkah organ tubuh tsb setiap saat menerima beban latihan secara maksimal? Hingga saat ini masih banyak atlet dan pelatih yg menganggap kurang penting melakukan pemanasan secara terstruktur,namun justru dari sikap meremehkan ini sering ditemui cedera yg ringan hingga cedera berat.Contoh yg sering kita liaht adalah terkilirnya pergelangan kaki,tertariknya otot paha,otot bahu,otot perut,leher bahkan terlepasnya tulang dari persendian.

Pada olah raga prestasi \,seorang atlet berpengalaman akan menggunakan seperempat waktu latihannya untuk pemanasan.tujuannya agar selau sempurna mungkin melaksanakan pemanasan sebeluum memasuki latihan inti.Denyut Nadi(Pols) atlet harus sudah berada di daerah latihan (Training Zone) yaitu sbg pertanda kesiapan atlet untuk merespon rangsang motorik secara utuh.Untuk memasuki daerah latihan denyut nadi harus mencapai 2 atau 3 kali lebih cepat dari denyt nadi normal(denyut nadi normal terbaik dapat diukur ketika bangaun pagi)
Rumusan yang berlaku untuk pengukuran ini:
  1. Atlet tingkat pemula (220-umur) X 60 %.Contoh (220-20)X60% = 120 denyut pe rmenit
  2. Atlet Atlet tingkat menengah (220-umur)X70 %
  3. Atlet tingkat lanjut (220-umur) X 80 %
untuk menentukan tingkat atlet,tergantung pada umur prestasi atau ketentuan dari pelatih.Denyut nadi/pols atlet selama latihan harus di pertahankan hingga latihan berakhir.Selama istirahat denyut nadi tidak boleh turun dengan drastis karena akan mempengaruhi suasana latihan.Perasaan malas merupakan salah satu akibat yg sering muncul dirasakan atlet.untuk menjaga agar tidak mengalami kejadian tsb atlet disarankan untuk melakukan istirahat aktif(active recovery) yaitu tetap melakukan gerakan2 ringan yg tidak melelahkan.

Urutan Pemanasan

  1. Berurutan dari bagian ats anggota badan menuju bagian bawah anggota badan
  2. Gerakan di mulai dari yang ringan menuju gerakan yg berat
  3. Gerakan dimulai dari yg mudah menuju yg sulit


Penguluran/Stretching

Pemanasan dengan penguluran dinilai lebih bermanfaat dilihat dari sudut fisiologis,anotomis dan psikologis
  1. Secara Fisiologis
  • Menyiapkan sekelompok otot untuk melakukan kerja
  • Membantu menghindarkan diri dari cedera
  • Menghilangkan tonus otot sehingga selalu dalam keadaan rileks
  • Meningkatkan dan memelihara  koordinasi agar selalu sipa melakukan gerak setiap waktu serta membantu amplitudo gerak persendian
2. Secara Anotomis
Sebagai pengontrol  kondisi tubuh apakah ada bagian tubuh yg sakit atau tidak.Jika ada bagian tubuh yg sakit harus di hindari kegiatan yg bebannya terlalu berat

3. Secara Psikologis
Memelihara dan meningkatkan kesegaran tubuh serta merasa dalam keadaan siap untuk menerima rangsang motorik

cara melakukan Penguluran
  1. Mengetahui dengan pasti otot mana yang harus di ulur
  2. Posisi tubuh dalam keadaan benar agar tidak terjadi salah ulur
  3. Tubuh dalam keadaan santai
  4. Tekan dan tarik perlahan-lahan sehingga terasa sedikit sakit tahan sesuai dengan hitungan(Tidak boleh mengulur dengan hentakan)
  5. tarik nafas yg dalam dan keluarkan perlahan-lahan bersamaan dengan penguluran,hindari menahan nafas ketika mengulur
  6. Penguluran akan lebih baik apabila konsentrasi otot yg di latih lebih sedikit dalam sekali ulur


Latihan Kondisi fisik

A. KEKUATAN/Strengt

adalah kemampuan otot untuk mengatasi beban dalam menjalankan aktivitas.Setiap unsur kondisi fisik mempunyai kekhususan dalam latihannya.begitu pula dengan latihan kekuatan yg bercirikan ,melawan/menahan beban dengan menangkat,menggendong,menarik dan mendorong.Latihan kekuatan selain untuk mendukung dan meningkatkan prestasi optimal,juga berfungsi untukmenghindarkan diri dari cedera.

B. DAYA TAHAN
Pengertian daya tahan adalah kapasitas ketahanan organisme atlet untuk melawan kelelahan dalam jangka waktu kerja yg lama.
Atas dasar pengertian tsb,melawan kelelahan dalam waktu yg lama dapat diartikan dengan dua pengertan.Pertama berhubungan dengan kemampuan sistem kerja jantung untuk melakukan kerja selama mungkin tanpa mengalami kelelahan yang berati. Pengertian kedua adalah ketahanan/kemampuan otot lokal untuk melakukan kerja tertentu dalam jangka waktu yang lama.pada peristiwa ini akan terjadi kombinasi proses an=aerobik dengan aerobik atau sering disebut dengan istilah an-aerobik kapasitas.

Bersambung

                                                    Contoh latihan Speed n Agility training


Sunday, January 1, 2012

Peraturan Pertandingan Pencak Silat

Kategori Tanding/Fighting

 
Yang dimaksud kategori  TANDING adalah :   
kategori pertandingan Pencak Silat yang menampilkan(dua) orang pesilat dari kubu yang berbeda.Keduanya saling berhadapan menggunakan unsur  pembelaan dan serangan yaitu menangkis/mengelak/mengena/ menyerang pada sasaran dan menjatuhkan lawan,penggunaan taktik dan teknik bertanding,ketahanan stamina dan semangat juang,menggunakan kaidah dan pola langkah yang memanfaatkan teknik jurus,mendapatkan nilai terbanyak.

Penggolongan Pertandingan dan ketentuan umur dan berat badan

1. Penggolongan pertandingan menurut umur  untuk semua kategori terdiri atas
      a.  Pertandingan golongan DEWASA untuk putra dan putri,berumur diatas 17 tahun s/d 35 tahun
      b. Pertandingan golongan REMAJA untuk putra dan putri,berumur diatas 14 tahun s/d 17 tahun.             2.  Kebenaran tentang umur pesilat yang mengikuti pertandingan di buktikan dengan paspor/KTP atau
     surat keterangan sejenisnya.  
3.   Umur Pesilat harus sesuai denagn penggolongan umur peserta (Dewasa/Remaja) dengn berpedoman       kepada umur yang bersangkutan pada waktu tanggal/hari dimulainya pertandingan. artinya Pesilat pada tanggal/hari pertama pertandingan dilaksanakan berumur tepat pada batas ketentuan minimal atau maksimal dari golongan yang diikuti.Umur yang menyalahi mengakibatkan ppesilat dikenakan diskwalifikasi dari pertandingan
4..Pembagian kelas menurut berat badan hanya berlaku untuk kategori TANDING yang dilakukan dengan penimbangan badan :
  •   Penimbangan pertama dilakukan dilakukan sekurang-kurangnya 6 jam sebelum dimulai pertandingan pertama dimulai pertandingan pertama dalam satu kejuaraan.
  • Pada waktu penimbangan pesilat hanya mengenakan pakaian pencak silat yang kering tanpa pelindung kemaluan dan pelindung sendi.
  • Tidak ada toleransi berat badan dalam setiap pertandingan
  • Bila berat badan pesilat melebihi atau kurang dari ketentuan berat kelas yang diikuti,pesilat yang bersangkutan di beri waktu 1 jam untuk menyesuaikan berat badannya.Penimbangan kedua kalinya harus tetap dalam pakaian kering.
  • Penimbangan badan harus disaksikan anggota Wasit/Juri yang ditugaskan untuk itu.
  • Pesilat yang karena alasan yang sah tidak dapat mengikuti penimbangan pertama tetapi telah di undi dan masuk dalam jadwal pertandingan,tetap dapat mengikuti petandingan bila memenuhi ketentuan dalam penibangan ulang.
4.2  Penimbangan Ulang :
  • Penimbangan ulang dilakukan + 15 menit sebelum pesilat bersangkutan mengikuti pertandingan sesuai jadwal yang ditentukan
  • Untuk timbang ulang,pesilat putra/putri harus berpakaian pencak silat yang kering tanpa pelindung kemaluan dan pelindung sendi untuk semua kelas
  • Pesilat yang tidak dapat memenuhi ketentuan berat dalam penimbangan ulang menurut kelas yang di ikuti,dikenakan diskwalifikasi
  • Penimbangan ulang harus tetap disaksikan oleh anggota wasi/juri yang ditugaskan untuk itu.
Kategori dan Kelas  Pertandingan DEWASA
Tanding Putra
  1. Kelas  A                              45 s/d 50 kg
  2. Kelas B     diatas                 50 s/d 55 kg
  3. Kelas C     diatas                 55 s./d 60 kg
  4. Kelas D     diatas                 60 s/d 65 kg
  5. Kelas E     diatas                 65 s/d 70 kg
  6. Kelas F     diatas                 70 s/d 75 kg
  7. Kelas G     diatas                 75 s/d 80 kg
  8. Kelas H     diatas                 80 s/d 85 kg
  9. Kelas I       diatas                 85 s/d 90 kg
  10. Kelas J       diatas                 90 s/d 95 kg
 Tanding Putri
                            
  1. Kelas  A                              45 s/d 50 kg
  2. Kelas B     diatas                 50 s/d 55 kg
  3. Kelas C     diatas                 55 s./d 60 kg
  4. Kelas D     diatas                 60 s/d 65 kg
  5. Kelas E     diatas                 65 s/d 70 kg
  6. Kelas F     diatas                 70 s/d 75 kg.
Kategori dan Kelas  Pertandingan Remaja
Tanding Putra/Putri
  1. Kelas  A                              39 s/d 42 kg
  2. Kelas B     diatas                 42 s/d 45 kg
  3. Kelas C     diatas                 45 s./d 48 kg
  4. Kelas D     diatas                 48 s/d 51 kg
  5. Kelas E     diatas                 51 s/d 54 kg
  6. Kelas F     diatas                 54 s/d 57 kg
  7. Kelas G     diatas                 57 s/d 60 kg
  8. Kelas H     diatas                 60 s/d 63 kg
  9. Kelas I       diatas                 63 s/d 67kg
KETENTUAN BERTANDING

1.  Perlengkapan Pertandingan
  1. Pakaian : Pesilat pertandinagn memakai pakaian Pencak Silat model standar warana Hitam sabuk putih.Pada waktu bertanding sabuk putih dilepaskan.Badge badan induk didada sebelah kiri dan nama negara dibagian punggung.Tidak mengenakan accesorios apapun selain pakaian silat
  2. Pelindung badan dengan ketentuan sebagai berikut
  •  Kwalitas Standar PERSILAT
  • Warna Hitam
  • ukuran 4 macam : Extra besar,besar sedang dan kecil
  • Sabuk/bengkung merah dan biru untuk pesilat sebagai tanda pengenal sudut
  • Satu gelanggang memerlukan setidaknya 5 buah pelindung badan dan disediakan oleh komite pertandinga
     3.  Pesilat Putra menggunakan pelindung kemaluan dari bahan plastik yg disediakan oleh komite              pelaksana,sedangkan pesilat wanita menggunakan pembalut.
     4.  Pelindung Sendi atau pelapis ukuran tipis tanpa bagian yang tebal berujuan untuk melindungi cidera sesuai dengan fungsinya (lutut,pergelangan tangan/kaki,siku)keculai atas arahan dokter,disediakan oleh pesilat.     

2.  Tahapan Pertandingan 
      Pertandinagn memgunakan tahapan babak pertandingan mulai dari penyisihan,seperempat final,semifinal dan final,tergantung pada pad jumlah peserta pertandingan,berlaku untuk semua kelas

3.  Babak pertandingan dan waktu
  • Pertandingan dilangsungkan dalam 3 babak
  • Tiap babak terdiri 2 menit besih
  • diantara babak diberikan waktu 1 menit
  • waktu ketika wasit menghentikan pertandinagn tidak termasuk waktu bertanding
  • Penghitungan terhadap pesilat yang jatuh karena serangan yang sah,tidak termasuk waktu bertanding.
4.   Pendamping Pesilat
  • Setiap pesilat,khusus kategori tanding,didampingi oleh pendamping pesilat,sebanyak-banyaknya 2 orang yang memahami dengan baik seluruh ketentuan dan peraturan pertandingan Pencak Silat.
  • Pakaian pendamping Pesilat adalah pakaian pencak silat model standar warna hitam dan mengenakan sabuk/bengkung warna orange/jingga lebar 10 cm dengan badge badan nasional didada sebelah kiri dan nama daerah/negara di bagian punggung
  • Pendamping pesilat bertgas memberikan nasehat serta membantu keperluan pesilat pada saat sebelum bertanding dan dalam waktu istirahat antara babak
  • Pendamping pesilat tidak di perkenankan;
  1. Memberikan isyarat/aba-aba dengan suara kepada pesilatnya yang sedang bertanding di gelanggang
  2. Duduk/berdiri dengan sikap yang tidak sopan
  3. Melakukan tindakan atau gerakan yang berlebihan dalam mengembalikan kesegaran pesilat pada waktu istirahat
  4. membawa minuman yang mengandung alkohol atau yang dapat merangsang pesilat .
  5. Mengenakan accesories apapun selain pakaian silat .
  6. Mengambil foto/video jalannya pertandinagn pesilat yang didampinginya.
5.  Tata cara Pertandingan
  1. Persiapan dimulainya pertandingan diawali dengan memasukinya wasit dan juri ke gelanggang dari sebelah kanan ketua pertandingan.Sebelum memasuki gelanggang,Wasit/juri memberi hormat dan melapor tentang akan dimulainya pelaksanaan tugas kepada ketua pertandingan
  2. Setiap pesilat  yang akan bertanding setelah mendapat isyarat dari wasit,memasuki gelanggang dari sudut masing-masing,kemudian memberi hormat kepada wasit dan ketua pertandingan.Selanjutnya kedua pesilat kembali mengambil sudut yang telah ditentukan.
  3. Untuk memulai pertandingan wasit memanggil kedua pesilat,setrusnya kedua pesilat berjabat dan bersiap untuk memulai pertnadingan.
  4.  Setelah Wasit memriksa kesiapan semua petugas dengan isyarat tangan,wasit memberi aba-aba  kepada pesilat untuk memulai pertandingan.
  5. Pada waktu istirahat antar babak,pesilat harus kembali kesudutnya masing-masing.Pendamping pesilat melaksanakan fungsinya.
  6. Selain Wasit dan kedua pesilat,tidak seorangpun berada dalam gelanggang kecuali atas permintaan wasit.
  7. Setelah babak berakhir selesai,kedua pesilat kembali ke sudut masing-masing untuk menunggu keputusan pemenang.Wasit memanggil kedua pesilat pada saat keputusan pemenang akan diumumkan dan pemenag diangkat tangannya oleh wasit,selanjutnya dengan memberi hormat kepada penonton .
  8. Selesai pemberian hormat kedua pesilat saling berjabat tangan dan meninggalkan gelanggang di ikuti oleh wasit dan pra juri setelah melaporkan berakhirnya pelaksanaan tugas kepada ketua pertandingan.Wasit/juri setelah melaporkan meninggalkan gelanggang dari sudut kiri meja Ketua pertandingan.
6  Ketentuan Bertanding.

  1. Aturan Bertanding.
  •  Pesilat saling berhadapan dengan menggunakan unsur pembelaan dan serangan Pencak Silat yaitu menangkis/mengelak,mengenakan sasaran dan menjatuhkanlawan,menerapkan kaidah-kaidah Pencak Silat serta mematuhi larangan-larangan yang ditentukan.Yang dimaksud dengan kaidah adalah bahwa dalam mencapai prestasi teknik seorang pesilat harus mengembangkan pola bertanding yang dimulai dari sikap pasang,langkah serta mengukur jarak terhada[p lawan dan koordinasi dalam melakukan serangan/pembelaan serta ke sikap pasang
  • Pembelaan dan seranagn yang dilakukan harus berpola dari sikap awal/pasang dilanjutkan denagn langkah,sekurang-kurangnya 3 bentuk pola langkah serta adanya koordinasi dalam melakukan serangan dan pembelaan.Setelah melakukan serangan/pembelaan harus kembali pada sikap awal/pasang denagn tetap menggunakan pola langkah.Wasit akan memberikan aba-aba "LANGKAH' jika seorang pesilat tidak melakukan tenik Pencak Silat yang semestinya.
  • Serangan beruntun harus tersusun denagn teratur dan berangaki dengan berbagai cara ke arah sasaran sebanyak-banyaknya 4 jenis serangan.Pesilat yang melakukan rangkaian serang-bela lebih dari 4 jenis akan di berhentikan oleh wasit. Serangan sejenis dengan menggunakan tangan yang dilakukan secara beruntun hanya di nilai satu seranagan.
  • Serangan yang dinilai adalah serangan yang menggunakan pola langkah dan tidak terhalang,mantab,bertenaga dan tersusun dalam koordinasi teknik serangan yang baik.
   2.   Aba-aba Pertandingan.
  • Aba-aba " BERSEDIA" di gunakan dalam persipan sebagai peringatan bagi pesilat dan seluruh aparat pertandingan bahwa pertandingan akan segera dimulai
  • Aba-aba "DIMULAI" digunakan tiap pertandingan dimulai dan akan dilanjutkan juga dengan isyarat .
  • Aba-aba "BERHENTI" digunakan untuk menghentikan pertandingan.
  • Aba-aba "PASANG" dan "SILAT" digunakan untuk pembinaan
  • Pada awal dan akhir pertandingan setiap babak ditandai dengan pemukulan gong
   3.  Sasaran.
Yang dapat dijadikan sasaran sah dan bernilai adalah  "TOGOK" yaitu tubuh kecuali leher keatas dan dari pusat ke kemaluan :
  • Dada
  • Perut (pusat keatas)
  • Rusuk kiri/kanan
  • Punggung atau belakang badan. Bagian tungkai dan lengan dapat dijadikan sasaran serangan antara dalam usaha menjatuhkan tetapi tidak mempunyai nilai sebagai sasaran.
   4.  Larangan
Larangan yang dinyatakan sebagai pelanggaran :
  • Pelanggaran Berat  :
  1. Tidak menggunakan kaidah dan pola langkah.
  2. Menyerang bagianbadan yang tidak sah yaitu leher,kepala serta bawah pusat hingga kemaluan dan mengakibatkan lawan cedera/jatuh .
  3. Usaha mematahkan persendian secara langsung
  4. Sengaja melemparkan lawan keluar gelanggang
  5. Membenturkan/menghantukan kepala dan menyerang dengan kepala .
  6. Menyerang lawan sebelum aba-aba "MULAI" dan menyerang sesudah aba-aba "BERHENTI" dari wasit,menyebabkan lawan cedera.
  7. Menggumul,menggigit,mencakar,mencengkram dan menjambak (menarik rambut)
  8. Menentang,menghina,mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan,meludahi,memancing-mancing denagn suara berlebihan terhadap lawan
  9. Melakukan penyimpangan terhadap aturan bertanding,setelah mendapat peringatan I karena pelanggaran hal tersebut.
  • Pelanggaran Ringan
  1. Keluar dari gelanggang berturut dengan sengaja
  2. merangkul lawan dalam proses pembelaan
  3. Melakukan serangan teknik sapuan sambil merebahkan diri secara berulang kali dengan tujuan untuk mengulur waktu.
  4. menyerang pada sasaran yang sah namun tidak mempunyai nilai secara sengaja dengan tujuan untuk membuat lawan cedera
  5. Melakukan Melakukan penyimpangan dari aturan bertanding yang ditetapkan Pasal 6 ayat 1
  6. Menghubungi orang luar sikap/isyarat dan perkataan
  7. Membawa dan atau memaki barang terlarang dan membahayakan permainan
  8. Kedua pesilat pasif atau bila satu pesilat pasif sewaktu diserang lawan
5.  Kesalahan Teknik Pembelaan :
  1. Serangan yang sah denagn lintasan serangan yang benar,jika karena pembelaan lawannya yang salah(elakan yang menuju pada lintasan serangan) tidak dinyatakan pelanggaran.
  2. Jika Pesilat kena serangan tersebut cedera (luka) dan tidak pingsan,maka wasita akan segera memanggil dokter.Jika dokter memutuskan pesilat tersebut tidak fit,maka dinyatakan kalah teknik.
  3. Jika pesilat yang kena sasaran tersebut tidak dapat segera bangkit,wasit langsung melakukan hitungan teknik.Bila sampai hitungan ke 10 tetap tidak dapat bangkit,naka ia dinyatakan kalah teknik.
6.  Hukuman 
Tahapan dan bentuk hukuman :
  1.  Teguran. Teguran diberikan apabila pesilat melakukan pelanggaran ringan.Teguran terdiri atas teguran  I dan teguran II.Teguran berlaku hanya untuk 1 babak saja.
  2. Peringatan,Berlaku untuk seluruh babak terdiri atas :
  • Peringatan I : Diberikan bila pesilat melakukan :
  1.  Pelanggaran Berat
  2. Mendapat teguran yang ketiga akibat pelanggaran ringan
Setelah Peringatan I masih dapat di berikan teguran terhadap pelanggaran ringan

3. Peringatan II : Diberikan bila pesilat mendapat  hukuman peringatan setelah peringatan I .
4. Diskwalifikasi Di berikan bila pesilat :
  • Mendapat peringatan setelah peringatan II
  • Melakukan pelanggaran berat yang didorong oleh unsur-unsur kesengajaan dan bertentangan dengan norma sportivitas .
  • Melakukan pelanggaran berat dengan hukuman peringatan I namun lawan cedera tidak dapat melanjutkan pertandingan atas keputusan dokter pertandingan.
  • Setelah penimbangan 15 menit sebelumpertandingan,berat badannya tidak sesuai dengan kelas yang dikuti.
7.  Penilaian
   Ketentuan Nilai  :
Nilai Prestasi Teknik :
Nilai 1              -Serangan denagn tangan yang masuk pada sasaran,tanpa terhalang oleh tangkisan,hindaran atau elakan lawan
Nilai 1 + 1        - tangikisan,hindaran atau elakan yang berhasil memusnhakan serangan lawan,disusul oleh serangan tangan yang masuk pada sasaran.
Nilai 2              - Serangan denagn kaki yang masuk pada sasaran tanpa terhalang oleh tangkisan,hindran atau elakan lawan
Nilai 2 + 1       -Tangkisan,hindaran atau elakan  yang berhasil  memusnahkan serangan lawan disusul langsung oleh seranagn denagn kaki yang masuk pada sasaran.
Nilai 3               - Teknik jatuhan yang berhasil menjatuhkan lawan.
Nilai 1 + 3         - Tangkisan,hindaran,elakan atau tangkapam yang berhasil memusnahkan serangan lawan,disusul langsung oleh serangan dengan teknik jatuhan yang berhasil menjatuhkan lawan.
 Syarat Teknik Nilai     
  1. Tangkisan yang dinilai adalah berhasilnya pesilat menggagalkan serangan lawan denagn teknik pembelaan menahan atau mengalihkan arah secara langsung/kontak,yang segera diikuti denagn serangan yang masuk sasaran.
  2. Elakan yang dinilai adalah berhasinya pesilat membebaskan diri dari serangan lawan dengan teknik pembelaan memindahkan sasaran terhadap serangan yang langsung disusul dengan serangan yang mengenakan sasaran,atau teknik jatuhan yang berhasil. Catatan : Nilai 1 untuk tangkisan/elakan,sedangkan seranagn masuk dinilai sesuai dengan serangannya,serangan tangan = nilai 1,serangan kaki = nilai 2,jatuhan = nilai 3.
  3. Serangan dengan tangan yang dinilai adalah yang masuk pada sasaran,menggunakan teknik serangan dengan tangan (dalam bentuk apapun).Bertenaga dan mantap,dan tidak disertai tangkapan/pegangan,tanpa terhalang oleh tangkisan/elakan dan dengan dukungan kuda-kuda atau kaki tumpu yang baik,jarak jangkauan tepat dan lintasan serangfan yg benar.
  4. Serangan dengan kaki yang dinilai adalah serangan yang masuk pada sasaran,menggunakan teknik serangan dengan kaki(dalam bentuk apapun)Bertenaga dan mantap,tidak disertai tangkapan/pegangan,tanpa terhalang oleh tangkisan/elakan dan dengan dukungan kuda-kuda,atau kaki tumpu yang baik,jarak jangkauan tepat dan lintasan yang benar.
  5. Teknik menjatuhkan yang di nilai adalah berhasilnya pesilat menjatuhkan lawan,sehingga bagian tubuh (dari lutut keatasmenyentuh matras dengan pedoman :
  •  Teknik menjatuhkan dapat dilakukan dengan serangan langsung,sapuan,ungkitan,teknik menjatuhkan yang didahului oleh tangkapan atau bentuk serangan yang sah.Serangan yang berhasil mendapat nilai sesuai dengan ketentuan nilai untuk tweknik serangan yang digunakan.
  • Menjatuhkan lawan menggunakan teknik jatuhan dengan cara tidak terjatuh atau lebih menguasai lawan yang dijatuhkan.
  • Apabila teknik menjatuhkan itu disertai menangkap tubuh lwan,harus merupakan usaha pembelaan diri suatu serangan atau menggunakan serangan pendahuluan,tidak boleh disertai dengan serangan langsung tetapi dapay dilakukan dengan mendorong atau menyapu .Proses tangkapan menjadi jatuhan diberikan waktu 3 detik.Jika selam itu tidak terjadi jatuhan,maka di hentikan oleh wasit dan dinyatakan tidak ada jatuhan.
  • Teknik sapuan,ungkitan,kaitan dan guntingan tidak boleh didahului dengan memegang/menggumul tubuh lawan,tetapi dapat dibantu dengan dorongan atau sentuhan. Sapuan dapat dilakukan dengan merebahkan diri.Lawan yang dapat mengelakan diri dari serangan tersebut tidak diperkenankan melakukan serangan balik.sapuan yang dilakukan berulangkali dengan tujuan untuk membuang waktu akan mendapat teguran dari wasit.
  • Serangan bersamaan oleh kedua pesilat(apakah serangan itu sah atau tidak karena sifat mencelakakan)dan salah satu atau keduanya jatuh,maka jatruhannya akan disahkan dengan pedoman :
- Jika salah satu tidak dapat bangkit,dilakukan hitungan mutlak.
- Jika keduanya tidak segera bangkit,dilakukan hitungan mutlak untuk keduanya.Apabila hal ini terjadi pada awal babak pertama dan keduanya belum memperoleh nilai,maka pertandingan dapat diulang lagi.
- Jika keduanya dalam hitungan ke 10 tidak dapat bangkit sedangakan pesilat sudah memperoleh nilai,maka kemenangan dilakukan dengan hitungna nilai terbanyak
  • Jatuh sendiri.jika pesilat terjatuh sendiri bukan karena serangan lawan,jika tidak dapat bangkit,diberikan kesempatan dalam waktu 10 hitungan.Jika tidak dapaty melakukan pertandingan dinyatakan kalah teknik.
  • Tangkapan. Tangkapan dinyatakan gagal Jika :
-Lawan dapat melakukan serangan balik secara sah
-Lawan dapat memegang tangan atau bahu sehingga tidak terjadi proses jatuhan
- Proses jatuhan lebih dari 3 detik atau terjadi sret menyeret atau gumul menggumul.
- Ikut terjatuh waktu melakukan teknik jatuhan.
  • Jika dalam proses tangkapan kaki pesilat yang ditangkap pegangan pada bahu dan pesilat menangkap dapat menjatuhkan lawan dalam waktu 3 detik sebelumwasit memberikan aba-aba BERHENTI,jatuhan dinyatakan sah.
  • Jika rangkulan tersebut terlalu kuat sehingga menyentuh leher atau kepala atau menyebabkan keduanya terjatuh,pesilat yang merangkul di berikan teguran.
  • Jatuhan di luar medan laga
-Teknik jatuhan yang berakibat lawannya jatuh diluar medan laga,yaitu bagian tubuh berada diluar garis medan laga,maka jatuhan gagal/tidak sah.
-Jika jatuhan berada didalam medan laga dan pesilat menggeser keluar medan laga,jatuhan dinyatakan sah.
-Serangan sah yang menyebabkan lawan jatuh tidak dapat bangkit atau nanar yang dilakukan di dalam medan laga dan bergeser leluar gelanggang,pesilat diberi kesempatan dalam batas waktu 10 detik untuk kembali melakukan pertandingan(hitung mutlak)//Jika pesilat tersebit tidak dapat melakukan pertandingan maka dinyatakan kalah mutlak.
6. Nilai Hukuman
   Ketentuan Nilai Hukuman :
  1. Nilai -1 (kurang 1) diberikan bila pesilat mendapat teguran I
  2. Nilai -2 (kurang 2) diberikian bila pesilat mendapat teguran II
  3. Nilai -5 (kurang 5) diberikan bila pesilat mendapat peringatan I
  4. Nilai -10 (kurang 10) diberikan bila pesilat mendapat peringatan II
7. Penentuan Kemenangan
  1. Menang Angka :
-Bila jumlah Juri yang menetukan menang atas seorang pesilat lebih banyak daripada lawannya.Penentuan kemenangan dilaksanakan oleh masing-masing juri.
-Bila terjadi hasil nilai yang sama,maka pemenang ditentukan berdasarkan pesilat yang paling sedikit mendapat nilai hukuman.
-Bila hasilnya sama,maka pemenangnya adalah pesilat yang mengumpulkan nilai prestasi teknik tertinggi.Pada dasarnya nilai 1+2 adalah lebih tinggi dari nilai 2 saja.
-Bila hasilnya sama,maka pertandingan ditambah satu babak lagi.
-Bila hasilnya masih tetap sama,maka diadakan penimbangan berat badan,dan pesilat yang lebih ringan dinyatakan menang.
 2. Menang Teknik :
-Karena lawan tidak dapat melanjutkan pertandingan atas permintaan pesilat sendiri/mengundurkan diri
-Karena keputusan Dokter Pertandingan.
-Atas permintaan Pendamping pesilat
-Atas Keputusan Wasit
3. Menang mutlak
Pnentuan menagn mutlak ialah bila lawan jatuh karena serangan yang sah dan menjadi tidak dapat bangkit segera dan nanar maka setelah hitungan ke 10 dan tidak dapat berdiri tegakngan sikap pasang.
4. Menang karena pertandingan tidak seimbang
5. Menang Diskualifikasi
 - Lawan mendapat peringatan III setelah peringatan II
- lawan melakukan pelanggaran berat yang diberikan langsung diskwalifikasi
-Melakukan pelanggaran tingkat I dan lawan cedera tidak dapat melanjutkan pertandingan atas keputusan Dokter Pertandingan.
-Penimbangan ulang berat badan tidak sesuai dengan ketentuan.
Team Pencak Silat DKI Jakarta,1994..Johansyah.L (Coach),Trias Pujo (KPS Nusantara,La Ode Weko (PSH),Hafni Minjaya (KPS Nusantara),Budi Darmadi (Perisai Diri),Arman (Merpati Putih),Nasri (Coach),Syukur (official),Heri W (PSH),Ahmad Syarifudin (SinLamBa),Jeje (Perisai Diri)

Friday, December 30, 2011

Teknik Dasar Pencak Silat

TEKNIK DASAR PENCAK SILAT

1. Sikap Pasang
     sikap pasang adalah teknik berposisi siap tempur optimal dalam menghadapi lawan yg dilaksanakan secara teknis dan efektif.Sikap pasang dapat berpola serangan atau belaan.Dalam pelaksanaanya sikap pasang merupakan kombinasi dan koordinasi kreatif dari kuda-kuda,sikap tubuh,dan sikap tangan.ditinjau dari taktik penggunaanya terdiri dari
  1. Sikap pasang Terbuka yakni sikap pasang dengan posisi tangan dan lengan yg tidak melindungi tubuh
Sikap Pasang Terbuka
     2      Sikap pasang tertutup yakni Sikap Pasang dengan posisi tangan dan lengan yg melindungi tubuh
 Sikap pasang dalam kombinasi dan koordinasi dengan kuda-kuda meliputi :
  1. Sikap pasang dengan kuda-kuda depan sejajar
Sikap pasang dengan kuda-kuda depan sejajar
      2.   Sikap Pasang dengan kuda-kuda badan berputar
Sikap Pasang dengan kuda-kuda badan berputar
          3    Sikap pasang dengan kuda-kuda serong  depan

    Sikap pasang dengan kuda-kuda serong  depan

           4.   Sikap Pasang dengan kuda-kuda tengah menghadap
    Sikap Pasang dengan kuda-kuda tengah menghadap
              5.   Sikap Pasang dengan kuda-kuda tengah menghadap
      Sikap Pasang dengan kuda-kuda tengah menghadap
                  6.  Sikap pasang dengan kuda-kuda tengah menyamping

      Sikap pasang dengan kuda-kuda tengah menyamping

                      7. Sikap Pasang dengan kuda-kuda  silang depan
      Sikap Pasang dengan kuda-kuda  silang depan
                      8.  Sikap pasang  dengan satu kaki diangkat
      Sikap Pasang dengan satu kaki di angkat.
            2.  Gerak Langka
                 Gerak langkah adalah teknik berpindah atau mengubah posisi di sertai dengan kewaspadaan mental dan indera secara optimal untuk mendapatkan posisi yang menguntungkan (Favourable/condusive) dalam rangka mendekati atau menjauhi lawan bagi kepentingan serangan dan belaan yang dilaksanakan secara taktis dan dalam pelaksanaannya selalu di kombinasikan dan di koordinasikan dengan sikap tangan
      Gerak Langkah dilihat dari beberapa segi yaitu :
      A.  Gerak langkah dari arahnya meliputi :
      1. Gerak Langkah ke belakang
      2. Gerak langkah serong kebelakang
      3. gerak langkah ke kiri
      4. Gerak langkah serong kiri depan
      5. Gerak langkah kedepan
      6. Gerak Langkah serong kanan depan
      7. Gerak langkah ke kanan
      8. Gerak langkah seronh kanan belakang
      B.   Gerak Langkah ditinjau dari cara melaksanakannya,meliputi :
      1. Gerak langkah angkatan 
      2. Gerak langkah geseran 
      3. Gerak langkah ingsutan(seseran)
      4. Gerak Langkah putaran
      C.    Gerak Langkah ditinjau dari pola taktiknya,meliputi
      1. Gerak langkah lurus
      2. Gerak langkahzig-zag(gergaji)
      3. Gerak langkah Segitiga
      4. Gerak langkah ladam (tapal Kuda)
      5. Gerak langkah Liuk (meander)
      6. Gerak Langkah ganda

      3. Tangkisan

           Adalah suatu teknik untuk menggagalkan serangan lawan dengan melakukan tindakan menahan serangan lawan dengan tangan,kaki dan tubuh. Contoh tangkisan antara lain Tepis,Gedik,Kelit,Siku dan Potong.
      1. Tangkisan Tepis yakni tangkisan dengan menggunakan satu atau ke dua telapak tangan terbuka dengan kenaannya telapak dalam,arah gerakannya dari dalam keluar dan atas kebawah.
      Tangkisan Tepis
           2.    Tangkisan Gedik  Yakni tangkisan yang kenaanya lengan bawah dalam dengan lintasan dari atas
                   kebawah
      Tangkisan Gedik

      Tangkisan Gedik
            3.  Tangkisan kelit yakni tangkisan yg menggunakan satu lengan dengan telapak tangan terbuka  yang             kenaanya telapak tangan luar dan arah dari dalam keluar

           4.   Tangkisan siku yakni tangkisan yang menggunakan siku dengan lintasan dari luar ke dalam.
      Tangkisan Siku
      Tangkisan Siku
             5.   Tangkisan potong yakni tangkisan yang menggunakan satu tangan dan lengan di gerakkan ke              samping seperti gerakan memotong dengan kenaannya lengan bawah luar dengan posisi tangan                      terbuka.
      Tangkisan Potong
      Tangkisan Potong
      4. Pukulan

          Dalam Pencak Silat Olah Raga sesuai dengan peraturan yang ada,disebutkan bahwa yang dimaksud dengan pukulan adalah berbagai macam teknik serangan yg di lakukan dengan mempergunakan tangan sebagai komponennya.
          Jadi secara singkat dapat di jelaskan bahwa dalam Pencak Silat segala teknik pukulan yang terdapat dalam Pencak Silat (dalam bentuk apaun) boleh dipergunakan untuk menyerang yang disahkan dalam upaya memperoleh angka
           Dari Sekian banyak teknik yang terdapat dalam pencak silat,dalam pelaksanannya Pencak Silat Olah Raga ternyata tidak dapat dipergunakan,denagn pertimbangan efesiensi dan efektivitas serta keselamatan pesilat.Dalam pertandingan Pencak Silat Olah Raga,teknik pukulan yang sering dipergunakan adalah : pukulan depan,pukulan sangkol/bandul , pukulan samping dan pukulan lingkar.

      1. Pukulan Depan.
                Pukulan depan adalah pukulan yang dilakukan dengan lintasan lurus kedepan,yang mencapai hasil optimal dapat dilakukan dengan dibantu oleh pergerakan bahu putaran pinggang yang mendukung untuk pemindahan beraat badan kedepan (tangan yang menyerang).Pukulan ini dapat dilakukan dalam dua sikap tubuh yang berbeda,yaitu
      •   Pukulan depan dengan posisi tangan yang dipergunakan untuk menyerang,sejajar dengan posisi   kaki yang berada didepan (jab)
      •  Pukulan depan dengan posisi tangan yang dipergunakan untuk menyerang,tidak sejajar dengan posisi kaki yang berada di depan (Straight)
      Pukulan depan
               2.  Pukulan Sangkol
                   Yaitu Pukulan yang dilakukan dengan posisi tangan ditekuk (90 %).Lintasan pukulan adalah diayun dari bawah ke atas.Pukulan ini dapat dilaksanakan dengan posisi kaki yg bervariasi,baik dengan posisi kaki depan sejajar dengan tangan yang dipergunakan yuntuk menyerang maupun tidak.

      Pukulan Sangkol
              3. Pukulan Lingkar
                  Yaitu pukulan yang dilakukan denagn lintasan pukulan dari arah samping luat tubuh pesilat menuju ke arah dalam tubuh pesilat.Untuk mendukung tercapainya hasil optimal dari pukulan lingkar ini,harus di dukung dengan pergerakan bahu dan pinggang yang searah dengan arah pukulan.hal ini akan menambah bobot dengan adanya dorongan berat badan pesilat ke tangannya.
      Pukulan Lingkar
              4. Pukulan Samping
                    Perkiraan dari teknik pukulan samping ini adalah punggung tangan.Adapun lintasan dari samping dalam tubuh pesilat ke arah luar tubuh pesilat.

      Pukulan Samping
      5.  Tendangan

            Tendangan merupakan teknik dan taktik serangan yang mempergunakan untuk jarak jangkau jauh dan sedang mempergunakan tungkai sebagai komponen penyerang. Dalam Pencak Silat Olah raga ,teknik tendangan yang masuk sasaran mendapat nilai 2

      .      Teknik-teknik tendangan yang terdapat dalam Pencak Silat pada prinsipnya dpat dipergunakan untuk menyerang dalam pertandingan pencak silat olah raga. namun sebagaimana halnya dengan pukulan,tidak semua teknik tendangan dapat dipergunakan dan pertandingan,berdasarkan efesiensi pelaksanaan teknik tendangan dan efektifitas untuk memperoleh angka serta keselamatan yang melakukan tendangan tersebut. Teknik tendangan pada pertandingan Olah Raga adalah tendangan  :lurus,Sabit "T",belakang,jejag dan gajul.

            1. Tendangan Lurus
               Tendangan depan/lurus adalah tendangan yang dilakukan dengan lintas lurus ke depan,dengan               perkenaan pada pangkal jari-jari kaki.Variasi dalam pelaksanaa teknik in i antaralain dengan lompatan

      Tendangan Lurus






                 2. Tendangan Sabit
                      Tendangan Sabit adalah tendangan yang di lakukan dengan lintasan dari samping (melengkung seperti sabit/arit),perkenaannya pada punggung kaki. Tendangan ini dapat di laksanakan dalam posisi kaki berada di depan maupun di belakang dan dapat pula di variasikan dengan lompatan

      Tendangan Sabit


                3. Tendangan " T "
                    Tendangan T adalah tendangan yang dilakukan dengan posisi tubuh menyamping dan lintasan tendangan lurus ke samping.Perkenaannya adalah bagian tajam telapak kaki dan tumit. Banyak Variasi dalam pelaksanaanya antara lain : T jepret,T gantung,T lompat
      Tendangan " T "
                 4. Tendangan Jejag
                      Tendangan Jejag adalah tendangan yang dilaksanakan dengan posisi tubuh tegak dan lintasan lurus kedepn,perkenaannya adalah tumit.Selintas tendangan ini mirip dengan tendangan lurus,namun terdapat perbedaan prinsipil dalam pelaksanannya,Jika tendangan lurus dengan melecutkan  tungkai kedepan (seperti gerakan menusuk)sedangkan tendangan gejos dilakukan  denagn terlebih dahulu mengangkat  lutut setinggi mungkin dan kemudian mendorong tungkai kedepan sasaran
      Tendangan Jejag/Gejos
                  5.  Tendangan belakang  
                        Tendangan belakang  yaitu tendangan yang dilakukan dengan terlebih dahulu memutar tubuh dan sikap tubuh membelakangi lawan,dengan perkenaan pada telapak kaki atau tumit
      Tendangan Belakang
                    6.   Tendangan Gajul

                           Tendangan gajul perkenaannya pada tumit se4dang lintasannya adalah dari arah bawah ke atas
      Tendangan Gajul

      6.    Tangkapan

              Tangkapan merupakan teknik dan taktik serangan pada jarak jangkau dekat dan sedang yang dilaksanakan dengan menangkap salah satu komponen tubuh lawan untuk dilanjutkan dengan bantingan,jatuhan atau kuncian
               Dari segi teknik,tangkapan dapat dilaksanakan dari luar dan dari dalam yang masing-masing disebut tangkapan luar dan dalam
                Tangkapan luar adalah teknik tangkapan yang dilaksanakan dari arah luar tubuh pesilat yang melakukan teknik tangkapan,sedangkan tangkapan dalam adalah teknik tangkapan yang dilaksanakan dari arah dalam tubuh pesilat yang melakukan teknik tangkapan

      Tangkapan kaki dari arah luar
      Tangkapan kaki dari arah dalam
        7.     Bantingan
               Pengertian bantingan adalah teknik dan taktik serangan jarak jangkau dekat yang dilakukan dengan terlebih dahulu menangkap salah satu komponen tubuh lawan untuk selanjutnya,melalui proses mendorong atau menarik,di hempaskan
              dilihat dari titik tumpu penyangganya bantingan dapat dilaksanakan dengan sekurang-kurangnya 4 macam teknik yaitu  : bantingan tungkai,bantingan pinggul,bantingan punggung dan bantingan kaki. 
      Bantingan tungkai
      Bantingan Pinggul
      8.     Jatuhan
              Pengertian jatuhan adalah teknik dan taktik serangan pada jarak jangkau jauh dan sedang yang dilaksanakan dengan menggunakan tungkai atau kaki untuk  menjatuhkan lawan
               Teknik jatuhan ini dalam pencak silat lazim disebut teknik sapuan yang dapat di bedakan menjadi 1 macam yaitu :
      a.  Sapuan Tegak, Yaiyu menjatuhkan lawan yang dilaksanakan dengan menggunakan tungkai yang disapukan dalam posisi tegak kekaki lawan

      Sapuan Tegak

      b.   Sapuan rebah yaitu teknk menjatuhkan lawan yang dilaksanakan dengan menggunakan tungkai yang disapukan dalam posisi rebah ke kaki lawan.
      Sapuan rebah depan
      Sapuan rebah belakang
        c.     Besetan yaitu teknik menjatuhkan lawan yang dilaksanakan dengan menggunakan kaki dan tungkai yang dikaitkan ke kaki lawan
      Besetan



          d.    Guntingan yaitu teknik menjatuhkan lawan yang dilaksanakan dengan menjepitkan kedua tungkai pada bagian tubuh untuk diserang

      Guntingan
          e.     Sabetan yaitu serangan menjatuhkan lawan dengan kenaan tulang kering kesasaran betis dengan lintasan dari luar kedalam
      Sabetan
      Sumber :  Bahan Penataran Pelatih Pencak Silat DKI Jakarta,2001
                     Dinas Pemuda dan Olah Raga DKI Jakarta & IPSI DKI Jakarta.

      Saat Menerima Piala Pesilat Terbaik Putra Kabupaten Tangerang 1996



      Monday, December 26, 2011

      Alamat Tempat Latihan Sin Lam Ba

      * DKI Jakarta

      - Jakarta Selatan

      1.Unit Latihan universitas Sahid Jakarta
          Jl.Profesor dr.Soepomo No 84 Tebet Jakarta Selatan
          Hari Sabtu Jam 15.30 s/d 17.30 WIB. cp +62812 184 0902

      2.Unit Latihan Tebet
         Jl.Tebet Timur Dalam VII/i No 8
          Hari Minggu  Jam 8.00 s/d 10.00 Wib. cp 0218306129
      3.Unit Latihan YPI As Saadah
        Jln Radio Dalam Raya NO 41 Kebayoran Baru
         Hari Minggu Jam 07 s/d 09 WIB
         Hari Rabu Jam 12.30 s/d 14.00 Wib  cp +62812184090
      4.Unit Latihan SMP 48 jakarta
          Jln. Raya Kebayoran Lama
          Hari Minggu Jam 10 s/d 12.00 Wib cp +628121840902


      -Jakarta Timur
      1. SMU Negeri 44 Jakarta
          Hari sabtu Jam 16.00 s/d 18.00
      2. SMU IT Al Halimiyah
          Hari Sabtu


      - Jakarta Utara
      1.Unit Latihan Sunter
         Jln Pulo Besar I Rt004/011 No 25 Sunter Jaya


      - Jakarta Barat
      1.....


      - Jakarta Pusat

      1.

      * JAWA BARAT


      Kabupaten Bogor
         
      1.Unit Latihan SMP Negeri 1 Sukaraja
         Jln Babakan Tumas Desa Cikeas Sukaraja,Bogor
          Hari  Selasa,Rabu,Jum'at dan Sabtu
          Jam 14.00 s/d 17.00 WIB

      Kabupaten Bekasi
      1.Unit latihan Lemah Abang
        .Lemah Abang Rt.001/Rw.07 No.44. Waluya,Cikarang
         Hari Sabtu Jam 20.00 s/d 22.00 WIB cp  +6285711059000

      Kota Bandung
      1. Komplek BLPT \Jln  Pahlawan No 70..
           Hari Minggu  jam 08.00





      Friday, December 23, 2011

      HUT IPSI ke 63

      Para Pelatih Berphoto Bersama Bpk H.Edie.M.Nalapraya

      H.abdul Rauf (Sesepuh/ketua dewan Perawat)bersama dr.H.Agastasya Wisjnu,sp.Pd9ketua Umum Sin Lam Ba)










      H.Abdul Rauf bersama Keponakannya H.Ahmad  Bunawar (Guru Besar Tiga Berantai)